Select Page

Remaja di sentra batik Giriloyo mengikuti pelatihan disain motif batik dengan perangkat software CorelDraw. Software ini bisa mengolah berbagai motif yang ada untuk dikombinasi menjadi motif baru.

Untuk mengembangkan variasi motif batik, tim pengabdian masyarakat UPN Veteran Yogyakarta memberikan pelatihan “Inovasi Pengambangan Motif Batik berbasis Teknologi Digital” di Pusat Kerajinan Batik Giriloyo Wukirsari Bantul, Sabtu (10/6/2021).

Materi diberikan oleh tim yang diketuai oleh Agung Prabowo dan didampingi oleh Oliver Samuel Simanjuntak. “Pelatihan ini dimaksudkan untuk mengembangkan ide motif batik dengan mengkombinasi motif yang sudah ada menjadi motif baru dengan menggunakan software Corel,” ungkap Agung.

Selama ini motif batik tulis di Giriloyo dikembangkan secara manual. Pengrajin harus berfikir cukup keras untuk mencari ide motif batik. Melalui pelatihan ini, selanjutnya diharapkan para pengrajin tidak lagi mengalami kesuitan dalam mengembangkan ide motif batik dan cukup mengompolasi motif yang ada menjadi motif baru.

Kegiatan ini merupakan realisasi dari kepedulian Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) UPN Veteran Yogyakarta kepada pengrajin batik di Giriloyo. “Melalui hibah LP3M, dosen dipersilakan untuk merancang kegiatan pengabdian. Kali ini kami ingin melatih pengrajin batik di sini dengan memperkenalkan teknologi komputer untuk mengoptimalkan kerajinan batik,” ujar Agung.

Peserta pelatihan ini adalah remaja di sentra Batik Giriloyo. “Karena materi ini menggunakan software, maka kita pilih remaja yang memang sudah familiar dengan teknologi semacam ini. Selain itu kami juga bermaksud untuk melibatkan remaja dalam rangka pewarisan budaya batik” tambah Oliver.

Sementara itu Nur Ahmadi, ketua Paguyuban Batik Giiriloyo di tempat yang sama menyambut gembira kegiatan ini. “Sudah ke sekian kali kami bekerjasama dengan UPN Veteran Yogyakarta mengembangkan berbagai inovasi di lingkungan pengrajin Giriloyo. Kegiatan ini membuka wawasan kami dalam penggunaan teknologi digital dalam megembangkan motif batik,” ungkap Nur Ahmadi yang mendampingi pelatihan.

Diketahui, Giriloyo merupakan sentra batik tertua di Yogyakarta. Kampung batik ini terbentuk sejak dibangunnya makam raja Giriloyo. Awalnya untuk mengisi waktu luang, para abdi dalem yang bertugas menjaga makam menghabiskan waktu luangnya untuk membatik. Karya pengrajin ini memperoleh perhatian ketika pada suatu saat Kraton Yogyakarta meminta pengrajin untuk memnuhi kebutuhan kraton yang mulai meningkat.