Select Page

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dan Kepala BNPB Letjen Ganip Warsito melakukan kunjungan kerja ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).Rombongan meninjau vaksinasi massal Covid-19 di Gedung Serba Guna Lanud Adi Sutjipto yang menargetkan 1000 orang disuntik vaksin.

Vaksin terebut diperuntukkan bagi masyarakat DIY dan karyawan bandara Adisutjipto.  Tercatat ada 1406 peserta yang terdaftar mengikuti vaksin itu. 57 tenaga kesehatan (nakes) terdiri dari TNI AU 25 orang, TNI AD 22 orang serta masing-masing lima orang dari  TNI AL dan Polda DIY melayani vaksinasi itu.

Dalam kesempatan itu, Sigit mengaku siap untuk memfasilitasi seluruh elemen masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan vaksinasi massal. Menurutnya, hal itu sebagai upaya untuk akselerasi pembentukan Herd Immunity atau kekebalan kelompok terhadap virus corona.

“Apabila ada masayarakat berminat untuk mengadakan vaksinasi, TNI-Polri akan membantu untuk memberikan fasilitas dan menyiapkan vaksin sehingga akselerasi terbentuknya Herd Immunity segera tercapai,” kata Sigit di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta, Kamis (8/7/2021).

Kunjungan di Gedung Serba Guna Lanud Adi Sutjipto

Mantan Kapolda Banten ini juga mengajak elemen masyarakat ataupun mahasiswa yang menempuh jurusan Kedokteran di DIY, untuk turut serta dan berperan aktif dalam proses vaksinasi massal tersebut.

Sigit berpandangan, semakin banyak kerjasama dengan berbagai elemen masyarakat, maka target dari Pemerintah untuk menciptakan Herd Immunity bakal segera terealisasi dengan segera.

“Oleh karena itu, dalam kesempatan ini seperti di Yogya banyak sekali Universitas seperti Kedokteran atau tempat lain yang memang memilik tenaga kesehatan, dipersilahkan bagi yang mau bergabung dan mau membantu kegiatan vaksinasi yang diadakan oleh pemerintah baik TNI-Polri dan Dinkes setempat,” papar mantan Kabareskrim Polri ini.

Usai meninjau vaksinasi itu, rombongan menuju pos penyekatan Prambanan, Yogyakarta, yang berlokasi di Jalan Solo TWC, Yogyakarta.

Pada kesempatan itu, Sigit kembali memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat soal perlunya dilakukan kebijakan penyekatan. Menurutnya, hal itu sebagai strategi untuk menekan mobilitas masyarakat, sehingga dapat memutus mata rantai penyebaran virus corona.

“Upaya yang kami laksanakan salah satunya adalah pembatasan mobilitas karena salah satu kunci penanganan Covid-19 yaitu pembatasan mobilitas,” ujar mantan Kadiv Propam Polri ini.

Dari hasil tinjauannya, kata Sigit, dalam proses penyekatan belakangan masih ditemukan kemacetan dan kepadatan. Namun, menurut Sigit, kejadian di awal kebijakan itu lantaran masih ada warga yang belum memahami soal kategori esensial dan kritikal terkait syarat pelaku perjalanan.

Setelah dilakukan sosialisasi yang masif saat ini  masyarakat sudah jauh lebih memahami soal kategori sektor tersebut. Serta, adanya kesadaran bahwa apa yang dilakukan ini berdasarkan tujuan untuk menyelamatkan seluruh rakyat Indonesia.

“Oleh karena itu, perlu di sosialisasikan dan hari ini Alhamdulillah masyarakat perlahan sudah mulai paham bahwa yang boleh bekerja yang esensial dan kritikal. Semua yang kami lakukan ini adalah demi keselamatan rakyat,” tutur Sigit.

Gedung Serba Guna Lanud Adi Sutjipto

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan untuk mempercepat vaksin nasional, selain dengan menyediakan tempat dan gerai-gerai vaksin, juga akan menambah tenaga kesehatan (nakes) sehingga dengan target vaksin 1 juta per hari bisa tercapai.

Hadi menyebut untuk percepatan vaksin ini, ada dua kata kunci, yakni tempat pelaksaan vaksin dan tenaga kesehatan. Dengan adanya dukungan tersebut, target vaksin 1 juta per hari bisa tercapai, bahkan ke depannya bisa melaksanakan vaksin 2 juta  per hari.

“Secara bertahap vaksinasi saat ini sudah berlangsung 1 juta orang per hari dan akan ditingkatkan menjadi 2 juta orang per hari,  dengan demikian tempat dan tenaga kesehatan menjadi kunci tercapainya target tersebut,” jelasnya.

Hadi menabahkan selain mendukung pelaksaaan vasksinasi kepada masyarakat,  untuk menekan laju penyebaran COVID-19,  saat ini TNI dan Polri  juga terus  memperkuat penerapan PPKM Darurat, terutama mengurangi mobilitas dan kontak erat masyarakat.